Batam Island Part I : In 1993

Kali ini saya akan bercerita tentang pulau dimana saya dibesarkan, yaitu pulau Batam tercinta… dimana dalam kurun waktu 15 tahun sangat banyak perkembangan yang saya saksikan di salah satu pulau terluar di Indonesia ini. Ya tujuannya untuk memperkenalkan Batam kepada siapa saja yang belum tahu, dan ingin mengenal pulau ini. Sayangnya teradapat keterbatasan dalam memperoleh gambar, dikarenakan minimnya dokumentasi foto bersangkutan.

Image Hosted by ImageShack.us

Berawal di tahun 1993 (tanggal dan bulannya lupa) ketika orang tua memutuskan hijrah ke anak perusahaan tempat ayah saya bekerja. Waktu itu umur saya masih 3 tahun.. namun sudah cukup mengerti akan keadaan sekitar. Berangkat dari bandara Polonia Medan dengan menempuh perjalanan satu jam, maka sampailah kami sekeluarga di Batam. Hmm.. ada yang beda ketika pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini… kok tiba-tiba uda ada di ruang kedatangan aja? perasaan belum ada turun deh dari pesawat… loh ternyata ane saya turun dari pesawat lewat airbridge atau dikenal dengan belalai… sempat terheran karena waktu di Medan kita ke pesawat pake mobil bus. Bayangkan.. di tahun 1993 Batam sang pulau kecil yang dipenuhi hutan belantara telah memiliki bandara yang jauh lebih canggih dari bandara milik salah satu kota terbesar di Indonesia, yaitu Medan. Dari airport kita menuju rumah yang disediakan kantor di daerah Sei Panas dan hari itu dimulailah lembar pertama kehidupan di pulau Batam.

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.usTahun 1993 Hang nadim batam sudah memiliki airbridge.. Polonia? ya sampe sekarang ruang kedatangannya saja masih lebih mirip terminal bus😆

Impresi pertama di Batam saat itu adalah sepi … walaupun lingkungan sekitar saya ramai, namun apabila kita bepergian, maka aura sepi sangat terasa.. Batam layaknya pulau mati yang sepanjang jalannya gelap gulita dan kira kanannya hutan.. setelah bertemu daerah yang di tuju, barulah suasana kembali ramai… harga properti di Batam sangat mahal apabila dibandingkan dengan di Medan, imbasnya harga sewa rumahpun juga ikutan tinggi… keadaan ini berlangsung hingga sekarang… jadi jangan heran klo rumah orang di Batam itu kecil-kecil.. harga tanah mahal!!…

Begitu juga dengan biaya hidup, biaya hidup di batam relatif lebih tinggi dari daerah lain😈 .. bayangkan saja, waktu itu seluruh kebutuhan seperti sayur-sayuran, beras, dll disuplai dari singapura walaupun barang tersebut adalah buatan Indonesia… saya sendiri kurang menegerti kenapa bisa begitu… hmm.. untungnya biaya hidup yang mahal diimbangi oleh upah tenaga kerja yang juga jauh lebih tinggi dari daerah lain.

Pada tahun 1993 suasana di Batam masih sangat kental dengan percampuran budaya Melayu… lingkungan sekitar saya kebanyakan didominasi oleh masyarakat melayu dan sebagian kecil chinese, batak dan bugis. Sementara untuk bahasa percakapan menggunakan bahasa Indonesia yang berlogat melayu kental… saya sendiri memerlukan adaptasi ketika saya yang orang medan harus menyebut sepeda motor dengan sebutan “Honda”, padahal sebelumnya “kereta”:mrgreen:

Keadaan Batam saat itu masih jauh berbeda dari kota-kota besar di Indonesia… sepanjang jalan hanya hutan hutan dan hutan yang saya temui… namun fasilitas sudah cukup lengkap.. seperti sudah terdapat tiga rumah sakit besar, kantor polisi, pemadam kebakaran, Swalayan, Pelabuhan Ferry, Airport, taksi yang banyak, Damri, Resort, hotel-hotel berbintang, dll. Saya masih ingat kemana-mana naik taksi.. karena ongkosnya murah.. sistem taksi di batam sama seperti sistem angkot, bukan carter.. jadi klo kita uda di dalam, maka si supir taksi masih bisa menaikkan penumpang lagi… Ongkosnyapun relatif murah saat itu saya masih ingat merk mobil yang dijadikan taksi pada saat itu adalah mobil yang selalu disebut-sebut “Mercynya Jepang” … yaitu Toyota Crown King dan Royal Saloon😯 . Elit kan? Mobil menteri loh sekarang :mrgeen:

Image Hosted by ImageShack.usIni dia Crown Royal Saloon yang sempat jadi taksi-taksi di Batam.. saudara tuanya yang dibawah ini😀

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.usBatam View Resort, Walaupun pulau kecil, batam sudah memiliki Resort seindah ini.. dan sekarang lebih banyak lagi😆

Pusat kotanya pada saat itu adalah daerah Jodoh dan Nagoya yang letak keduanya bersebelahan… di kedua daerah itu terdapat dua buah swalayan yang selalu ramai dikunjungi orang… yaitu Jodoh Centre dan Top 100… ibaratnya kedua tempat itulah Mall.nya Batam pada saat itu :D… padahal cuma swalayan kecil… Nagoya sendiri menjadi pusat penjualan barang-barang elektronik. Waktu itu Batam Centre masih berupa rawa-rawa (sekarang sebagian besar uda jadi perumahan dan pertokoan kelas atas), dan hanya sebagai pusat kantor Otorita Batam dan perangkat daerah lainnya.

Image Hosted by ImageShack.us
Nagoya Kini: Nagoya Hill.. Salah satu sudut daerah Nagoya

Ada lagi daerah yang di dominasi oleh perumahan rakyat yaitu daerah Batu Aji yang terletak sekitar 20-25km dari tempat tinggal saya di Sei Panas. Lokasi ini merupakan salah satu lokasi terpadat di Batam dikarenakan letaknya dekat dengan kawasan industri kapal Tanjung Uncang. Waktu itu yang sering saya dengar nama perumahannya Perumnas Batu Aji.. . dan hingga saat ini Batu Aji masih menjadi daerah pemukiman terpadat setelah daerah Bengkong.

Ya, Bengkong merupakan salah satu daerah terpadat di pulau Batam. Waktu itu daerah ini didominasi oleh rumah-rumah kapling dan banyak juga rumah liar alias RULI😕 … daerah bengkong sendiri terpisah-isah menjadi beberapa bagian atau bisa disebut cluster:mrgreen: … ada Bengkong Indah, Bengkong harapan, Bengkong Permai, Bengkong Sukaramai, dan banyak lagi.. kalau di total jumlah varian bengkong ini lebih dari 20😆

Image Hosted by ImageShack.usSalah satu sudut kota bengkong yang katanya mirip Yerusalem:mrgreen:

Oiya, Kebiasaan penyebutan nama tempat di Batam adalah berdasarkan daerahnya.. bukan nama jalan. Orang batam rata-rata ga hapal nama jalan… misalnya ente mau ke Nagoya naik taksi, maka sebutin nama tempatnya, dan alamat komplek atau di dekat mana anda akan turun… misalnya ente tinggal di Batu Aji, maka anda sebutkan saja nama perumahan tempat anda tinggal…

Bersambung

About Emillio Armada Siregar

Seorang manusia yang sedang berusaha keras memulai kehidupan yang benar-benar baru...

Posted on May 30, 2011, in Batam, Culture. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. sungguh ilmu buatku makasih… jadi pengen kesana..

  2. Jadi ingat knangan msa kcil d batam.tpat nya thun 93.aku dlu tggal d bengkong harapan.thun 2010 blik lgi tpi cuma 4 bln.rindu bgt sma btam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: