Review: Octane Booster.. solusi dikala harga Pertamax yang menggila…

Image Hosted by ImageShack.us

Seperti kita ketahui, belakangan harga BBM non subsidi seperti Pertamax dan sejenisnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan… di daerah saya kenaikan Pertamax yang pada awalnya Rp7300/liter (November), menjadi RP8300/liter di bulan februari, kemudian naik lagi menjadi Rp9300/liter di bulan April, dan sungguh mengejutkan seminggu yang lalu meyentuh 5 digit alias Rp10000/liter.. dan kini terkoreksi dengan Rp9700/liter. Sebuah kenaikan yang cukup siginifikan yang kalau dihitung lebih dari 25%. Ini sama juga artinya dengan kenaikan Cost operasional sebanyak 25% untuk kendaraan ane yang selama ini pake Pertamax. Bagi saya yang kuliah di bidang ekonomi, kenaikan biaya variabel sebesar 25% sangat lah besar… sangat tidak efisien.. ditambah lagi dengan ketersediaan Pertamax yang tidak menentu, mau pakai Prima92 tp kurang suka dengan tarikannya… akhirnya bergantilah bahan bakar menjadi Premium.

Image Hosted by ImageShack.us

Awal-awal memakai Premium sebenarnya tidak ada masalah karena setahun pertama punya motorpun isinya Premium, namun setelah sekitar dua minggu pemakaian, timbul gejala mesin menggelitik yang cukup mengganggu… ya maklum aja, itu rasio kompresi yang 10,4 sebenarnya disuruh pake “bensin tanpa timbal” dan beroktan >88… akhirnya saya kembali isi Pertamax dengan harga 9500/liter… gejala menggelitik memang hilang, tp gejala not efficient cost mulai menghinggapi pikiran ini (pelit nih ceritanya:mrgreen: ). Pas lagi di swalayan Carrefour ga sengaja nemu beberapa Octane Booster.. ada yang merk STP, Prestone, dan Top 1. Tentunya sudah pada tau fungsi dari octane bosster yang intinya menambah oktan pada bahan bakar.. Akhirnya saya putuskan ambil STP Octane Booster yang memiliki fitur lain sebagai pembersih ruang bakar… dan lagi-lagi dengan pertimbangan harga yang cukup ekonomis😉 .. Rp24.900 (isi 354ml untuk pemakaian 60liter bensin).
Sampai di rumah percobaan pertama pun dilakukan dalam keadaan bensin Pertamax bercampur Premium dengan komposisi 2,6 liter Pertamax(Rp25000) + 4,4 liter Premium (RP20000)… sebelum dituang, Octane Booster harus ditakar dahulu dosisnya… dengan perhitungan = (354/60)X7 = 41.3ml untuk 7 liter bensin.

Image Hosted by ImageShack.usIni dia tersangkanya😉

Setelah itu motor saya ajak jalan-jalan selama beberapa hari dengan riding style yang sangat bervariasi.. terkadang motor terus-terusan digeber hingga 10000RPM, kadang pelan-pelan aja…. kadang berenti juga:mrgreen:, tp sebenarnya lebih banyak digeber sih.. kondisi lalu lintasnya juga bervariasi ada yang macet-macetan ada juga yang sepi.. pokoknya test pertama ini sangat lengkap. Oh ya, dengan kondisi campuran Pertamax+Premium ini sama sekali gda gejala menggelitik, tarikanpun saya rasa sama seperti memakai full Pertamax.. enteng!!

Image Hosted by ImageShack.usAbis dipake keliling-keliling😆

Hingga akhirnya jarum fuel meter menunjuk di huruf “e” dengan odometer yang tertera 246km. Saya hitung dan diperoleh hasil 35,xx atau dibulatkan 35km untuk satu liter bensin. Sebelum memakai octane booster konsumsi Pertamax paling hemat 34km/liter ato Premium 33km/liter .. itu dengan riding style kayak siput yah😆, tapi kalo lagi suka kebut-kebutan ya biasanya 28km/l (Premium) dan 30km/l (Pertamax).
Berikutnya saya coba dengan mengisi dengan komposisi full Premium sebanyak 4,4 liter+25ml Octane Booster… riding style seperty biasa… Putaran tinggi. Tarikan memang tidak seentang waktu dicampur Pertamax, namun gejala menggelitik tidak ada sama sekali. Hasilnya jarum kembali menunjuk di posisi “e” dengan angka tertera di odometer 151km.. itu artinya konsumsi mencapai 34,3km/liter.

Image Hosted by ImageShack.usgda gelas takar.. tuangnya pake feeling aja:mrgreen:

Sangat berpengaruh bukan? Belum lagi bila dicoba dengan riding style non-sembalap.. dan komposisi full Pertamax… saya yakin bakal jauh lebih ekonomis dan efisien. Apalagi dari segi biaya yang dikeluarkan saya nilai sangat ekonomis, dan bisa menjadi solusi hemat bagi yang motor/mobilnya berkompresi di atas 10 untuk tetap mengkonsumsi bahan bakar premium:mrgreen:.
Hasil pengetesan di motor lain bisa saja berbeda dengan yang saya peroleh yang tidak terlepas dari faktor spesifikasi motor, riding style, kondisi lalu lintas, dan medan yang berbeda-beda juga. Mohon maaf bila gambarnya kurang lengkap, lupa mulu tiap mau foto yang lengkap😆

Sering ada komentar:

“Lah.. sanggup beli pikson, tapi ga bisa beli pertamax… mazzammana kau ini … naik kereta bebek aja la kau …”
“Gengsi dong pake bensin bersubsidi… “

Image Hosted by ImageShack.us

I don’t care ama komentar yang model begini😀.. bagi gw kunci sukses hidup adalah Efisien dan Ekonomis, selama tidak merugikan orang lain ya sah-sah aja… that’s why gw kuliah di jurusan akuntansi yang notabene bagian dari ilmu ekonomi…😆

Efisien dan Ekonomis bukan berarti pelit loh:mrgreen:

About Emillio Armada Siregar

Seorang manusia yang sedang berusaha keras memulai kehidupan yang benar-benar baru...

Posted on May 23, 2011, in Motor, Vixion. Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. Ageng Sukro

    Numpang sharing ya om…vixion ane udah bore-up tapi malah irit perbandingan bensin 1:39-40KM dibanding sebelum bore-up yg minumnya malah sama kaya’punya ente sekarang.

    • wah ko bisa gtu yah? bore-up kan menaikkan torsi ya, mungkin dengan torsi yang lebih besar ga perlu bejek gas lebih dalam untuk sampai pada kecepatan tertentu….bukan begitu ? nice share bro🙂

  2. boleh ditiru jg tuh gan, secara di kota saya ini pertamax tu adalah barang langka. soal mahal sih penduduk kota ini masih lebih punya kebanggan tersendiri gk beli bbm bersubsidi. tp ya itu, Pertamax di SPBU lebih sering kosong. klo sempat kosong mau isi pertamax harus nunggu itungan bulan. atau klo mau harus menempuh 500KM pp untuk jarak terdekat SPBU yg nyediain pertamax, itu pun kalo gk kosong😛

    • wah klo 500km cuma buat pertamax sih itu ga penting banget gan… jelas mendingan octane booster:mrgreen:
      btw pertamax itu bbm yg digunakan untuk mengekomodir kebutuhan kendaraan… atau meningkatkan performa kendaraan…
      orientasinya adalah “kebutuhan”. bukan untuk bangga2an biar dibilang “lebih”… 😆

  3. Menawarkan ada produk AKASHU peningkat octane.dijamin tarikan spontan enteng dan lolos LEMIGAS.1lt bensin dicampur 5tetes AKASHU maka akan berubah menjadi pertamax/octane94.lahh bagaimana kalau 1lt pertamax dicampur 5tetes akashu octane ny berapa ya?? Lihat web.akashu-petro-indonesia.blogspot.com /hub 085 724 851 456.

  4. Gan coba pake produk Hi-Octan aja. Produk buatan anak ITB. 1ml Campur 1L bensin. menjadi setara PERTAMAX. Itu cuma nambah biaya 400 perak doang (anak akutansi pasti tau value mana yg baguus dong). Sebotol cuma 30 ribu, cukup untuk 80- 100L bensin. Udah lulus uji LEMIGAS dan PETROLAB. Ada versi untuk balapnya OKTAN NAEK SAMPAI 100!! Buat Agan GRATIS TiS TIS… *asal direview ujicobanya ke blognya* hehehe. check webnya di http://WWW.HI-OCTAN.COM. Yang ngisi testinya dari Dekan ITB, importir motor balap, dokter sampai mantan kepala instruktur ATPM otomotif jepang ternama. kontak ke 082120059925 (Robert) untuk free testernya. Ditunggu segera, promonya terbatas loo

  5. Ninja 250R User

    WKWKWKWK

    “Lah.. sanggup beli pikson, tapi ga bisa beli pertamax… mazzammana kau ini … naik kereta bebek aja la kau …”
    “Gengsi dong pake bensin bersubsidi…”

    masa baru motor PIKSON dah ad komentar gini, gw Ninja 250 aja gak pernah dikomentarin toh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: